BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN EKOSISTEM ESTUARIA
Secara etimologi
Kata “estuari” dipinjam dari perkataan bahasa Inggris estuari,
dari bahasa Latin aestuarium yang
berarti aliran air pasang dari laut, yang akar katanya adalah aestus,
pasang surut air laut.Ekosistem
estuari merupakan bagian dari ekosistem air laut yang terdapat dalam zona
litoral ( kelompok ekosistem pantai ). Estuaria merupakan tempat pertemuan air
tawar dan air asin.Estuaria adalah suatu perairan semi tertutup yang
terdapat di hilir sungai dan masih berhubungan dengan laut, sehingga memungkinkan
terjadinya percampuran air laut dan air tawar dari sungai atau drainase yang
berasal dari muara sungai, teluk, rawa pasang surut.
CIRI
KHAS PERAIRAN ESTUARI :
Produksi
primer tinggi,
Ekosistemnya
memiliki keterkaitan dengan ekosistem darat, mangrove, lamun, terumbu karang,
dan ekosistem laut lepas.
Struktur
jaringan makanan yang khas karena dicirikan oleh banyak terakumulasinya bahan
detritus organic.
Organisme
estuari rentan terhadap perubahan lingkungan perairan seperti peningkatan suhu
air, perubahan salinitas, dan penurunan kadar oksigen terlarut.
Merupakan
daerah peralihan dari kondisi perairan tawar ke laut.
Terdapat
berbagai macam kepentingan yang sering menimbulkan konflik.
Bentuk
estuaria bervariasi dan sangat bergantung pada besar kecilnya air sungai,
kisaran pasang surut, dan bentuk garis pantai.Estuaria didominasi oleh subsrat
lumpur yang berasal dari endapan yang dibawa oleh air laut atau air tawar.
JENIS-JENIS ESTUARI
Berdasarkan
klasifikasinya perairan estuaria dibagi atas tiga jenis, yaitu :
1. Estuaria
berstratifikasi nyata atau baji garam dicirikan oleh adanya batas yang jelas
antara air tawar dan air laut, didapatkan dilokasi dimana aliran air tawar
lebih dominan dibanding penyusupan air laut.
2. Estuaria
bercampur sempurna atau estuaria homogen vertical
Pengaruh
pasang surut sangat dominan dan kuat sehingga air bercampur sempurna dan tidak
membentuk stratifikasi.
3.
Estuaria
berstratifikasi sebagian (moderat). Aliran air tawar seimbang dengan masuknya
air laut bersama arus pasang.
KEHIDUPAN
FLORA DAN FAUNA DI ESTUARI
1.
Hewan
:
Jenis
endemik ( seluruh hidupnya tinggal di estuaria)
Contoh
: kerang dan kepiting serta berbagai macam ikan seperti famili
Clupeidae,Engraulidae, Gobiidae, dan Leoignathidae
Jenis
estuaria yang tinggal di estuaria untuk sementara waktu
Contoh
: larva, beberapa jenis udang dan ikan yang setelah dewasa berimigrasi ke laut,
seperti genus Plotosius
Jenis
ikan yang menggunakan estuaria sebagai jalur migrasi dari laut ke sungai dan
sebaliknya seperti seperti sidat dan ikan salmon
2.
Tumbuhan
Lamun
Alga
makro (rumput laut) tumbuh di dasar perairan
Alga
mikro yang hidup sebagai plankton nabati atau hidup melekat pada daun lamun
Jumlah
ekosistem yang mendiami ekosistem estuaria lebih sedikit karena fluktuasi
kondisi lingkungan, sehingga hanya jenis yang memiliki kekhususan fisiologis
yang mampu bertahan di estuaria.Keruhnya estuaria yang membuat hanya tumbuhan
memucat yang dapat tumbuh mendominasi.
5.
PERAN EKOLOGI ESTUARI
Secara
singkat peran ekologi estuaria yang penting adalah sebagai berikut :
1.
Merupakan
sumber zat hara dan bahan organik bagi bagian estuari yang jauh dari garis
pantai maupun yang berdekatan denganya lewat sirkulasi pasang surut (tidal
circulation).
2.
Menyediakan
habitat bagi sejumlah spesies ikan yang ekonomis penting sebagai tempat
berlindung dan tempat mencari makan (feeding ground).
3.
Memenuhi
kebutuhan bermacam spesies ikan dan udang yang hidup dilepas pantai, tetapi
bermigrasi keperairan dangkal dan berlindung untuk memproduksi dan/atau sebagai
tempat tumbuh besar (nursery ground) anak mereka.
4.
Sebagai
potensi produksi makanan laut di estuaria yang sedikit banyak didiamkan dalam
keadaan alami. Kijing yang bernilai komersial (Rangia euneata) memproduksi 2900
kg daging per ha dan 13.900 kg cangkang per ha pada perairan tertentu di texas.
5.
Perairan
estuaria secara umum dimanfaatkan manusia untuk tempat pemukiman,
6.
Tempat
penangkapan dan budidaya sumberdaya ikan.
7.
Jalur
transportasi, pelabuhan dan kawasan industri.
6 DAMPAK
ESTUARI
1. Semakin meningkatnya penebangan hutan
dan jeleknya pengelolaan lahan di darat, dapat meningkatkan
sedimentasi di wilayah estuaria.
2.Pola
pemanfaatan sumberdaya hayati laut yang tidak memperhatikan daya dukung
produktifitas pada suatu kawasan estuaria. Sehingga kawasan
muara sungai tersebut terus mendapat tekanan dan menyebabkan menurunnya
produktifitas.
3.Meningkatnya pembangunan di
lahan atas (up-land)
menjadi kawasan Industri, pemukiman, pertanian menjadikan sumber limbah yang
bersama-sama dengan aliran sungai akan memperburuk kondisi wilayah estuaria.
4. Kegiatan-kegiatan kontruksi
yang berkaitan dengan usaha pertanian, seperti pembuatan saluran irigasi, drainase dan
penebangan hutan akan mengganggu pola aliran alami daerah tersebut. Gangguan
ini meliputi aspek kualitas, volume, dan debit air.
DAFTAR
PUSTAKA
WWW.
id.wikipedia.org/wiki/Estuari.com
http://www.iwf.or.id/ekosistem
id.wikipedia.org/wiki/estuari
www.biologinatural.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar