Langsung ke konten utama

Postingan

Menuntaskan Kerinduan

Setahun sudah, aku tak lagi bergulat dengan yang namanya baca dan tulis. Dimana kegiatan ini dulunya akrab hadir dalam keseharianku. Kegiatan ini, kegiatan yang membuatku berpikir dan haus akan pencarian ide ide baru. Hanya saja, tak kusangka ternyata ego yang dibumbui dalih “sok sibuk” membuatku benar-benar berhenti menelurkan karya. Iya, dulu maksudku berhenti nulis sehari. Kok ya kebablasan jadi setahun tanpa arti haha... Rindu, satu kata yang terus kuucap dalam batin. Hanya saja ya begini nih aku. Bilangnya rindu di mulut saja, tak mau diri ini bergerak lebih jauh. Ah iya, mungkin benih cinta akan dunia literasi ini belum sepenuhnya mengakar kedalam hati, hingga kerinduanku hanya berhenti di tahap merasakan, yang mana seolah bualan padahal rindu itu sebuah kenyataan. Maka kali ini, aku ingin bercerita apa yang kurindukan dari sebuah dunia bernama literasi ini. Akrab, kata literasi ini seolah sealu saja berseliweran di kehidupanku. Ya, karena baca dan tulis adalah bagia...
Postingan terbaru

Secangkir Rindu Untukmu Pak

Asap mengepul, dari sebuah cangkir berisi air kehitaman ini. bukan air racun, inilah minuman yang bernama kopi. Minuman hangat yang seringkali dijadikan jalan pelepas penat dalam kebiasaan menghadapi kehidupan. Kopi oh kopi, kau mengingatkanku pada tawa 7 tahun lalu. Tawa yang masih jelas terbenak dalam memori ini. tawa seseorang yang saat ini ingin sekali kupeluk erat dan menangis di bahunya. Dan pertanyaan tentang ketidakmungkinan itu terulang kembali, apakah aku bisa memutar waktu sejenak untuk berlari ke masa lalu? Sayangnya baik asap, cangkir atau bahkan bolpoin di depanku ini tak mampu menjawabnya. Kuseruput dalam-dalam kopi ini. Tak apalah sedikit panas, biar panas itu menghangatkan hati yang mulai tak karuan ini. tak karuan atau mungkin aku yang tak mampu mengatasinya. Entahlah mungkin keduanya. Asap yang mengepul ini, mengingatkanku pada sosok gempal yang 7 tahun lalu masih tersenyum dan menasehatiku. Klise.  Kukira nasehat itu hanya bercandaan dari bapakku saja, makl...

Tentang Hujan dan Kehilangan

Rasanya sudah lama jari ini tak berselancar di papan keyboard laptop hitam merk asus ini. Tapi entah kenapa, kali ini seorang “esok” mampu memaksaku untuk menceritakan kisahnya kembali dalam tulisan ini. sebuah kisah penantian yang erat dengan persahabatan. Sebuah kisah antara “esok dan lail” dalam buku Hujan karya sang penulis ternama Tere liye. Penulis yang kita tahu selalu blak-blakan kalau membahas opininya tentang negara ini. Ada yang tahu wonder woman? Sepertinya kalau tokoh “lail” ini ada di kehidupan nyata, predikat wonder woman ini patut disandangnya. Kau tahu kenapa? Karena dia berhasil melepaskan apa yang selama ini dirisaukan banyak orang. Menelan bulat-bulat semuanya, dan berusaha menerima semua dengan lapang dada. Yang kumaksud disini adalah menerima kehilangan. Inilah kisah tentang kehilangan sekaligus penantian. Sebuah kisah yang berawal dari seorang “lail” yang kukira dia anak kecil biasa yang hidup di zaman serba canggih, mudah dan cepat. Ternyata bukan hanya...

Bersiaplah, Mumpung Masih Muda!

Ditemani tanah basah yang meskipun becek namun untung saja  ada aspal, langkah kaki ini pun satu demi satu menyusuri jalan kecil menuju fakultas yang katanya ‘kaya’ ini. Fakultas yang memang sesuai namanya bertujuan melahirkan para pengusaha muda. Inilah fakultas yang menemaniku selama hampir setahun setengah ini, fakultas ekonomi dan bisnis. Hari ini adalah hari pertama di semester ke empat, semster baru dengan membawa segudang resolusi baru di tahun baru pula. Semua memang tak terasa seperti langkah kaki ini yang juga tak terasa telah melangkah menuju ruang kuliah. 3 mata kuliah, itu adalah jatah ilmu hari ini. Otomatis dengan 3 ilmu baru ini akan ada berbagai suntikan materi dengan berbagai sharing pula. Ku kira seperti yang sudah sudah, kuliah hari pertama hanya berupa ‘introduction’ alias ta’arufan saja, ternyata tidak. Hari ini adalah hari dimana aku harus berpikir. Bukankah perkenalan pun harus berpikir? Bukan , perkiraanku salah besar. Hari ini di ketiga mata kuliah it...

Lagi Lagi Tentang Harapan

Sumber : http://nasehathebat.com/ artikel-harapan-selalu-ada-teruslah-bergerak PHP satu kata yang kerap terdengar di telinga kita. Ah... kalau kalian anak muda tentu mengerti yang namanya php. Apalagi yang lagi pdkt, pasti sudah tidak asing lagi. Nah menyinggung tentang harapan , rasanya cukup bahagia ketika kita membahas harapan dan impian kemana kita pergi. Bahkan tidak ada kata bosan untuk bercerita. Tapi yang namanya harapan, tentunya belum menjadi kenyataan. Nah kan kemarin di bahas cara mewujudkanya melalui usaha dan doa. Kalau mentok tidak bisa lalu bagaimana? Jangan jangan Allah PHP sama kita? Waahhhh ini logika yang menarik tapi perlu diluruskan. Tau tidak, ada ayat menarik tentang logika ini. Ternyata Allah sudah mengatur perihal ini di surat (2 : 286) nah... coba buka. Yang biasa bukanya komik yukk buka alquran, kita intip sama sama apa isi ayat ini.  Jadi di dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan k...

Harapan yang disemogakan

Harapan, seringkali kita dihadapkan pada berbagai harapan yang kita bangun perlahan. dimana harapan disini merupakan sebuah permintaan yang tentunya berharap untuk dikabulkan. jikalau dipikirkan, ada berapa juta bahkan berapa milyar harapan itu ada setiap hari di dunia ini? rasanya bahkan otak kita mungkin tak bisa menjawabnya.  lalu bagaimana tuhan mengabulkan semuanya? apakah dikabulkan atau bahkan dibiarkan tak digubris? rasanya lelah ketika harus berfikir semua itu. bukankah hidup itu adil? tentunya jawaban dari setiap harapan adalah doa. kau tahu, doa adalah senjata ampuh ketika menghadapi harapan yang entah kapan terealisasi ini. Allah telah berjanji akan mengabuklkan doa setiap hambanya. namun yang harus kita pahami adalah berbagai situasi yang ada pada diri kita. ada 3 macam: dimana doa tersebut ada yang disegerakan diijabah. nah tentunya doa yang kita panjatkan memang sudah pantas kita dapatkan. sehingga mudah terealisasikan. ibaratnya kita berdoa untuk mendapat nilai...
BERSYUKUR SETIAP SAAT Namaku            : RISKAH ALFIANI No. Peserta ku : XII-119-079 Dari begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terimakasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari? Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur didalam hati? Berapa kali yang saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung. Tidak praktis kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terimakasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabanya mudah saja:dengan berterimakasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik didalam hitam kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bersih. Dengan selalu menging...