PHP satu kata
yang kerap terdengar di telinga kita. Ah... kalau kalian anak muda tentu
mengerti yang namanya php. Apalagi yang lagi pdkt, pasti sudah tidak asing lagi.
Nah menyinggung tentang harapan , rasanya cukup bahagia ketika kita membahas
harapan dan impian kemana kita pergi. Bahkan tidak ada kata bosan untuk
bercerita. Tapi yang namanya harapan, tentunya belum menjadi kenyataan. Nah kan
kemarin di bahas cara mewujudkanya melalui usaha dan doa. Kalau mentok tidak
bisa lalu bagaimana? Jangan jangan Allah PHP sama kita?
Waahhhh ini
logika yang menarik tapi perlu diluruskan. Tau tidak, ada ayat menarik tentang
logika ini. Ternyata Allah sudah mengatur perihal ini di surat (2 : 286) nah...
coba buka. Yang biasa bukanya komik yukk buka alquran, kita intip sama sama apa
isi ayat ini. Jadi di dalam ayat
tersebut menjelaskan bahwa “Allah tidak
membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya” . nah inilah
ketentuan yang harus kita pahami. Betapa adilnya Allah yang melihat kita dari
berbagai sudut pandang sehingga
menetapkan kita masih harus belajar lagi untuk mencapai harapan kita.
Rasanya tidak
lengkap kalau tidak bercerita, berbicara tentang php baru saja kemarin mendengar
kabar salah satu temanku anggap saja bunga yang berhasil mencapai impianya. Dia
menangis kencang ketika dia belum mendapat rezeki di jurusan favorit impianya.
bahkan dia tak tahu lagi harus bagaimana, namun dia tetap istiqomah. Rasa
sedihnya itu justru dituangkan menjadi rasa sedih penuh pengharapan kepada Yang
Maha Kuasa. Terus ditingkatkan ibadahnya , terus belajar menerima. Dan ternyata
setelah usaha keduanya ini , dia gagal lagi untuk mendapat jurusan impianya. Tak
sampai disitu, ibarat perjalanan dia mengalami kehabisan bekal. Tak tau lagi
harus bagaimana, ketika dia sekali lagi hanya mampu berdoa yang terbaik di
jurusan manapun ditempatkan. Rasanya lelah, namanya juga perjalanan. Namun
alhamdulillah ternyata ada titik terang mengenai harapanya. Dia mulai bisa
berjalan kembali, ya dia memang tidak diterima di jurusan utama favoritnya
namun Allah memberikan cerita yang lebih indah dia diterima di sebuah
universitas ternama dengan jurusan terfavorit di humaniora. Walau itu bukan
tujuan utamanya, dia tetap berjalan dan menerimanya dengan ikhlas sesuai dengan
kehendaknya. Dan tahukah sobat apa yang
kemarin baru saja kudengar? Harapan yang selama ini dipendamnya, harapan
yang selama ini diadukan dengan tetes tangisanya dan harapan yang selama ini
disematkan disetiap sujud malamnya menjadi sebuah kenyataan. Dia diberi sebuah
hadiah dari Allah untuk melakukan perjalanan ke negara dengan ikon singa.
Manalagi kalau bukan singapura. Tak pelak rasanya bangga sekaligus terharu
ketika diriku melihat tapak tapak perjalananya. Ketika menoleh melihat berbagai
lembaran kehidupan dia yang penuh
tangisan pertanyaan akan takdirnya. Rasanya terjawablah setiap
tangisanya selama ini.
Nah harapan
itu sendiri memang menimbulkan rasa nano nano, kadang gelisah kadang bahagia
bahkan rasa sakit yang luar biasa. Lalu bagaimana? It’s easy... syaratnya ya
jangan menyerah keep istiqomah. Tetaplah berjalan dijalanmu. Jalan yang bener
ya. Jalan yang bener itu bagaimana? Jawabanya Ya jalan yang memakai buku
pedoman. Kalau kita umat muslim ya pakai alquran dan alhadits. Lakukan, tingkatkan
dan ingat ikhlaskan semuanya. Semua kembali lagi ke diri kita mau sejauh mana
mewujudkan setiap harapan yang ada, nah kamu sudahkah kamu melukis harapanmu
sembari mendekatkan diri kepada-NYA?

Komentar
Posting Komentar