Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Secangkir Rindu Untukmu Pak

Asap mengepul, dari sebuah cangkir berisi air kehitaman ini. bukan air racun, inilah minuman yang bernama kopi. Minuman hangat yang seringkali dijadikan jalan pelepas penat dalam kebiasaan menghadapi kehidupan. Kopi oh kopi, kau mengingatkanku pada tawa 7 tahun lalu. Tawa yang masih jelas terbenak dalam memori ini. tawa seseorang yang saat ini ingin sekali kupeluk erat dan menangis di bahunya. Dan pertanyaan tentang ketidakmungkinan itu terulang kembali, apakah aku bisa memutar waktu sejenak untuk berlari ke masa lalu? Sayangnya baik asap, cangkir atau bahkan bolpoin di depanku ini tak mampu menjawabnya. Kuseruput dalam-dalam kopi ini. Tak apalah sedikit panas, biar panas itu menghangatkan hati yang mulai tak karuan ini. tak karuan atau mungkin aku yang tak mampu mengatasinya. Entahlah mungkin keduanya. Asap yang mengepul ini, mengingatkanku pada sosok gempal yang 7 tahun lalu masih tersenyum dan menasehatiku. Klise.  Kukira nasehat itu hanya bercandaan dari bapakku saja, makl...

Tentang Hujan dan Kehilangan

Rasanya sudah lama jari ini tak berselancar di papan keyboard laptop hitam merk asus ini. Tapi entah kenapa, kali ini seorang “esok” mampu memaksaku untuk menceritakan kisahnya kembali dalam tulisan ini. sebuah kisah penantian yang erat dengan persahabatan. Sebuah kisah antara “esok dan lail” dalam buku Hujan karya sang penulis ternama Tere liye. Penulis yang kita tahu selalu blak-blakan kalau membahas opininya tentang negara ini. Ada yang tahu wonder woman? Sepertinya kalau tokoh “lail” ini ada di kehidupan nyata, predikat wonder woman ini patut disandangnya. Kau tahu kenapa? Karena dia berhasil melepaskan apa yang selama ini dirisaukan banyak orang. Menelan bulat-bulat semuanya, dan berusaha menerima semua dengan lapang dada. Yang kumaksud disini adalah menerima kehilangan. Inilah kisah tentang kehilangan sekaligus penantian. Sebuah kisah yang berawal dari seorang “lail” yang kukira dia anak kecil biasa yang hidup di zaman serba canggih, mudah dan cepat. Ternyata bukan hanya...

Bersiaplah, Mumpung Masih Muda!

Ditemani tanah basah yang meskipun becek namun untung saja  ada aspal, langkah kaki ini pun satu demi satu menyusuri jalan kecil menuju fakultas yang katanya ‘kaya’ ini. Fakultas yang memang sesuai namanya bertujuan melahirkan para pengusaha muda. Inilah fakultas yang menemaniku selama hampir setahun setengah ini, fakultas ekonomi dan bisnis. Hari ini adalah hari pertama di semester ke empat, semster baru dengan membawa segudang resolusi baru di tahun baru pula. Semua memang tak terasa seperti langkah kaki ini yang juga tak terasa telah melangkah menuju ruang kuliah. 3 mata kuliah, itu adalah jatah ilmu hari ini. Otomatis dengan 3 ilmu baru ini akan ada berbagai suntikan materi dengan berbagai sharing pula. Ku kira seperti yang sudah sudah, kuliah hari pertama hanya berupa ‘introduction’ alias ta’arufan saja, ternyata tidak. Hari ini adalah hari dimana aku harus berpikir. Bukankah perkenalan pun harus berpikir? Bukan , perkiraanku salah besar. Hari ini di ketiga mata kuliah it...