Asap mengepul, dari sebuah cangkir berisi air kehitaman ini. bukan air racun, inilah minuman yang bernama kopi. Minuman hangat yang seringkali dijadikan jalan pelepas penat dalam kebiasaan menghadapi kehidupan. Kopi oh kopi, kau mengingatkanku pada tawa 7 tahun lalu. Tawa yang masih jelas terbenak dalam memori ini. tawa seseorang yang saat ini ingin sekali kupeluk erat dan menangis di bahunya. Dan pertanyaan tentang ketidakmungkinan itu terulang kembali, apakah aku bisa memutar waktu sejenak untuk berlari ke masa lalu? Sayangnya baik asap, cangkir atau bahkan bolpoin di depanku ini tak mampu menjawabnya. Kuseruput dalam-dalam kopi ini. Tak apalah sedikit panas, biar panas itu menghangatkan hati yang mulai tak karuan ini. tak karuan atau mungkin aku yang tak mampu mengatasinya. Entahlah mungkin keduanya. Asap yang mengepul ini, mengingatkanku pada sosok gempal yang 7 tahun lalu masih tersenyum dan menasehatiku. Klise. Kukira nasehat itu hanya bercandaan dari bapakku saja, makl...
Berbagai warna tulisan yang mampu berpadu menjadi sebuah keindahan. layaknya pelangi yang telah Allah ciptakan.