Langsung ke konten utama

Bersiaplah, Mumpung Masih Muda!


Ditemani tanah basah yang meskipun becek namun untung saja  ada aspal, langkah kaki ini pun satu demi satu menyusuri jalan kecil menuju fakultas yang katanya ‘kaya’ ini. Fakultas yang memang sesuai namanya bertujuan melahirkan para pengusaha muda. Inilah fakultas yang menemaniku selama hampir setahun setengah ini, fakultas ekonomi dan bisnis. Hari ini adalah hari pertama di semester ke empat, semster baru dengan membawa segudang resolusi baru di tahun baru pula. Semua memang tak terasa seperti langkah kaki ini yang juga tak terasa telah melangkah menuju ruang kuliah.
3 mata kuliah, itu adalah jatah ilmu hari ini. Otomatis dengan 3 ilmu baru ini akan ada berbagai suntikan materi dengan berbagai sharing pula. Ku kira seperti yang sudah sudah, kuliah hari pertama hanya berupa ‘introduction’ alias ta’arufan saja, ternyata tidak. Hari ini adalah hari dimana aku harus berpikir. Bukankah perkenalan pun harus berpikir? Bukan , perkiraanku salah besar. Hari ini di ketiga mata kuliah itu ternyata menyajikan materi. Materi yang aku sendiri takut tak bisa memahaminya. Iya karena malamnya aku tak berpikir sejauh ini malah aku memilih tiduran sambil main gadget karena di pikiranku besok  mungkin hanya santai – santai saja.
Panik, satu kata saat menghadapinya. Ketika bibir ini baru saja tersenyum riang mendengarkan celotehan liburan dari teman-teman,ternyata dosen sudah masuk. Percaya atau tidak kami langsung disodori pre test. Langsung saja benakku seolah macet dan shock ketika menerima tes ini.  Bagaimana kalau nanti ditanyai teori ini, atau dengan pre test yang diajukan malah menghancurkan nilaiku, atau yang paling buruk tak bisa menjawab harus keluar kelas. Dalam benak ini rasanya sudah muncul pemikiran macam-macam antara menyesal dan takut. Namun materi yang diajarkan tak semenakutkan itu, di hari pertama ini seolah dosen adalah penasihat. Kalian tahu kenapa? Karena hari ini aku melihat sebuah sisi lain dari profesi yang akan aku jalani nanti yaitu akuntan.
Banyak persepsi ,tantangan dan penuh perhitungan. Kerap kali hal ini melekat pada profesi akuntan. Tak main – main memang, karena akuntan ibaratnya seperti paket lengkap yang tak hanya menghitung uang tapi juga memikirkan kemana uang itu larinya. Tentu perencanaan adalah satu hal yang tak mudah dilakukan. Bahkan untuk membuat satu anggaran saja perlu satu bab khusus membahasnya dan yang lebih ekstrim lagi ada satu mata kuliah khusus pula. Memikirkan itu memang sudah pusing kepala kalau kalau tak menguasai ilmunya.
Tak jarang hal ini juga terjadi pada kalangan anak muda. Kalau kata anak muda, rencana itu dipikir nanti nanti saat tua. Kalau muda begini dinikmati saja apa adanya. lucu. Satu kata yang ingin kukatakan, kenapa? Karena justru kebalikanya. Aku tak menampik bahwa manusia hanya merencanakan dan tuhan yang menentukan, namun percaya atau tidak tanpa rencana rasa-rasanya calon presiden pun tak akan mendapatkan kursinya. Bahkan tanpa rencana, hidup ini seolah tak ada arah kemana langkah kaki selanjutnya. Seperti anggaran dalam perusahaan, semuanya tak bisa seratus persen sama dengan realisasi. Pasti ada bedanya. Namun itu tadi, dengan anggaran maka kita akan tahu mana akun yang membengkak dan mana yang tidak. Sama seperti anak muda, dengan rencana kita bisa tahu mana yang perlu diperbaiki dari hidup kita, apakah ilmu agamanya, ilmu dunia atau akhlak hidupnya.
Oleh karena itu, masa depan pun penting untuk dipersiapkan. Seperti akuntan yang juga mempersiapkan masa depan dengan anggaranya maka sudah sepantasnya jiwa muda seperti kita ini pun bersiap menghadapi segalanya. Ada badai atau petir, setidaknya sudah bersiap payung. Perkara nanti payung itu harus rusak di tengah jalan maka itu adalah kehendah Tuhan. Jadi jangan lupa persiapkan masa depan, eits termasuk sekolah. Kalau di hari pertama jangan sepertiku ya yang santai saja tapi kejarlah kalau tak untuk dosen anggap saja belajar di hari pertama itu hadiah untuk diri kita. Bukankah lebih awal bersiap tak ada yang salah? Perusahaan saja punya anggaran, lalu hidupmu kapan punya rencana?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan yang disemogakan

Harapan, seringkali kita dihadapkan pada berbagai harapan yang kita bangun perlahan. dimana harapan disini merupakan sebuah permintaan yang tentunya berharap untuk dikabulkan. jikalau dipikirkan, ada berapa juta bahkan berapa milyar harapan itu ada setiap hari di dunia ini? rasanya bahkan otak kita mungkin tak bisa menjawabnya.  lalu bagaimana tuhan mengabulkan semuanya? apakah dikabulkan atau bahkan dibiarkan tak digubris? rasanya lelah ketika harus berfikir semua itu. bukankah hidup itu adil? tentunya jawaban dari setiap harapan adalah doa. kau tahu, doa adalah senjata ampuh ketika menghadapi harapan yang entah kapan terealisasi ini. Allah telah berjanji akan mengabuklkan doa setiap hambanya. namun yang harus kita pahami adalah berbagai situasi yang ada pada diri kita. ada 3 macam: dimana doa tersebut ada yang disegerakan diijabah. nah tentunya doa yang kita panjatkan memang sudah pantas kita dapatkan. sehingga mudah terealisasikan. ibaratnya kita berdoa untuk mendapat nilai...
BERSYUKUR SETIAP SAAT Namaku            : RISKAH ALFIANI No. Peserta ku : XII-119-079 Dari begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terimakasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari? Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur didalam hati? Berapa kali yang saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung. Tidak praktis kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terimakasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabanya mudah saja:dengan berterimakasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik didalam hitam kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bersih. Dengan selalu menging...

MANFAAT KEBERAGAMAN BUDAYA

MANFAAT KEBERAGAMAN BUDAYA 1.Promotes nilai-nilai kemanusiaan.  Ketika suatu organisasi memiliki sekelompok karyawan milik beragam budaya, hal ini menunjukkan bahwa organisasi mengakui dan merayakan dan memperingati keragaman yang ada pada orang dari latar belakang yang berbeda. Ini membuat orang-orang organisasi berpikir  bahwa nilai mereka dan kontribusi layak sedang direalisasikan oleh organisasi dan manajemen. 2.Improves produktivitas dan profitabilitas.  Terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan, keragaman budaya juga membawa beberapa manfaat nyata kepada bisnis di seluruh dunia. Persuasi aktif keragaman di tempat kerja langsung dampak  produktivitas dan profitabilitas organisasi serta karyawan. Ada peningkatan produktivitas pekerjadan profitabilitas bagi organisasi. 3.Helps untuk membuat kolam bakat.  Ketika organisasi berinvestasi dalam keragaman, hasil dalam penciptaan kolam bakat yang lebih besar. Ini adalah situasi win-win baik bagi karya...